Kualitas Iman dan Hidayah Allah SWT

​Saya sudah cukup sedih dengan kualitas keimanan sendiri yang naik turun, belum konsisten, dan masih harus terus berusaha untuk memperbaiki diri setiap hari. Lalu, di kegiatan sehari-hari kita yang saking rutinnya sampai seringkali ‘lupa’ dan lalai beribadah bahkan beragama, darimana kita dapat reminder selain dari para Ulama, Guru, Mentor yang kita hormati karena ilmunya..? Masih ada aja yang gak menghargai keberadaan mereka.

Balik ke beberapa tahun lalu saja, belum semudah ini kita untuk mendapatkan reminder yang mencerahkan hati. Harus ada ‘effort lebih’ untuk terus ada semangat perubahan dalam diri. Saat ini, berbagai reminder/kajian ilmu sudah sangat mudah ditemukan, bahkan tanpa kita sulit mencari.. di news feed Facebook, timeline Twitter, feeds Instagram, video YouTube, share WhatsApp, grup Telegram, mana lagi? Mudah sekali. Terlalu mudah, sampai kita menyepelekan.

Lupakah dengan yang namanya Iman? Bahwa Iman itu tidak ada yang bisa menjaga kualitasnya selain kita sendiri. Makanya, hidayah itu harus selalu kita minta pada Allah SWT. Karena, memang hanya Allah SWT yang bisa beri dan ada kemungkinan bahwa kita tidak akan mendapatkan lagi hidayah-Nya, hanya karena tingkah laku kita sendiri. Naudzubillahimindzalik

Lalu, gak perlu kita berdebat di ranah yang kita gak ngerti.. kalau Ulama, Guru, Mentor yang kita hormati karena ilmunya menjelaskan sesuatu, pahami dan pelajari. Kalau belum ada waktu untuk pahami dan pelajari, disimpan dulu dan tidak perlu dibahas seakan paling jago. Maka, gak ada hak bagi kita yang pemalas ini untuk mempertanyakan kualitas ilmu mereka. Jika ada waktu untuk nyinyir, lebih baik gunakan untuk pahami dan pelajari, gak usah sok pinter.

Sudah sedih dengan kualitas Iman diri sendiri, tambah sedih lihat pemuda pemudi yang gak hormat sama yang lebih tua, apalagi sama yang berilmu. Ingat.. keimanan kita selalu diuji setiap hari, bahkan dalam keadaan yang dirasa bahagia sekalipun. Saling mengingatkan, ya.. kalau tetap gak mau, yasudah. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Bagimu hidupmu, bagiku hidupku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s