Untukmu Si Mulut Manis

Dear Mulut Manis,

Kira-kira lebih manis kamu atau permen lollipop yang menarik itu?

lollipop

Source here

Aku rasa, kamulah yang lebih manis. Coba lihat, hanya dengan mendengar ucapanmu saja mereka langsung percaya tanpa membuktikan kebenarannya sendiri. Setiap kata-kata yang keluar darimu itu seperti suatu fakta, tanpa ada cela dari rangkaiannya.

Mulut manis, gimana sih caranya untuk menjadi sepertimu?

Aku sudah berusaha, sangat berusaha. Tapi… Mulutku ini selalu saja mengungkapkan yang lainnya, tidak bisa semanis kamu. Selalu saja mulut ini tetap berkata yang sebenarnya. Pantas saja, mulut ini terasa asam, bukan manis sepertimu.

Mulut manis, kamu bilang kalau setiap manusia pasti tidak sempurna, termasuk dirimu. Tetapi, aku dengar juga kamu berkata bahwa mungkin saja kamu lebih sempurna dari yang lainnya. Kamu, lebih dari rata-rata.

Duh, mulut manis, seandainya kita bisa lebih lama bercengkrama, mungkin aku tidak harus menyimpan persediaan gula agar selalu semanis dirimu. Atau.. Mungkin, madu? Lebih manis yang mana?

Mulut manis, aku hanya ingin kamu tahu, semanis-manisnya dirimu saat ini.. Suatu saat nanti akan hilang rasa manisnya. Akan hilang rasa senangnya. Akan hilang rasa menangnya.

Aku hanya ingin mengucapkan, “Selamat menikmati rasa manismu saat ini, ya!”

Sincerely,
Your Sour-Friend

5/3/15
01.00 WIB

4 thoughts on “Untukmu Si Mulut Manis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s