#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-12 : “Tak Ada Asap Tanpa Api”

Untuk sang pemberi pelajaran hidup, inilah surat cinta untukmu.

Menjalani hidup, meski motto utama hidup saya adalah go with the flow, ternyata tidak semudah itu. Flow yang ada terkadang terasa salah bahkan menyakitkan. Rasa tidak dihargai, diacuhkan, bahkan hingga merasa tidak berguna dan tidak pantas hidup pun tak jarang menguasai diri.

Atas nama segala rasa sakit itu, terkadang saya sering berpikir, “What have I done to deserve all these pain?

Apa yang sudah saya lakukan hingga kamu berbuat seperti itu?

Apa ada kesalahan yang telah saya lakukan hingga kamu begitu tega?

Apa saya yang terlalu biasa ini telah menyakiti hatimu?

Ternyata, semuanya berpusat pada diri. Egosentris. Saya-aku-kenapa saya-mengapa harus aku … Lelah.

Hingga, saya mulai berpikir, “Mungkinkah semua rasa sakit yang saya rasakan ini pernah dirasakan oleh orang lain akibat perbuatan saya sendiri?”

Hukum sebab akibat pun berbicara disini. Bagaikan asap tanpa api, pasti seluruh rasa buruk ini disebabkan oleh tindakan buruk ini sendiri. Memang belum ada bukti atau mungkin penelitian nyata dari teori kasar ini. Namun, logika dan hati terkadang tidak memiliki pendapat yang sama.

Teori kasar ini adalah hasil penemuan hati. Hasil instropeksi untuk semua keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan. Buah keikhlasan yang lebih dari sekedar penyelesaian.

Oleh karena itu, untuk segala kesalahan yang disengaja ataupun tidak, saya mohon maaf :)

tumblr_m0whj8tZrp1r8wxgoo1_500

Biarkan asap menghilang terbawa angin dan api pun padam dengan sendirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s