Ibu Guru IPA

Tulisan ini adalah tulisan yang saya kirimkan untuk lomba menulis dengan tema guru. Kalah, euy… padahal hadiahnya jalan-jalan ke Bangka Belitung. Gapapa deh, yang penting udah nulis :)

70be637b21a543e78c8fb81f00a203f8

Ibu Guru IPA

Sekolah Dasar adalah masa yang paling membahagiakan bagi saya. Kehidupan sekolah dan nilai berjalan beriringan dengan menyenangkan. Semua itu berkat jasa para guru saya, terutama Ibu Guru IPA.

Saya selalu bersemangat setiap memulai pelajaran IPA. Ibu Guru dengan rutin dan sigap selalu memberikan banyak sekali pertanyaan untuk kami sebelum memulai pelajaran pada hari itu, semacam review dari pelajaran di hari sebelumnya. Tetapi, bukan review biasa, seluruh pertanyaan diberikan dengan format kuis.

Pola bangku kelas yang berbentuk beberapa baris menjadikan review ala kuis ini berjalan dengan mudah. Ada Tim A, B, C, dan D. Secara tidak langsung, masing-masing tim memiliki jagoannya sendiri dan biasanya hanya tersisa dua tim untuk menentukan gelar juara. Tim itu adalah tim saya dan teman saya yang entah mengapa selalu bergantian memperebutkan posisi 1 dan 2.

Sampai saat ini, saya masih merasakan rasa semangat yang saya miliki saat itu untuk menjadi Juara 1. Meskipun tidak ada hadiah apapun, saya tetap berusaha dan belajar semaksimal mungkin. Secara tidak langsung, saya selalu belajar dahulu sebelum pelajaran IPA dimulai. Bahkan, tak jarang pula saya telah mempelajarinya kembali tepat setelah pelajaran selesai. Di malam hari pun saya ulang kembali semua pelajaran yang diberikan. Semua itu saya lakukan hanya untuk menjawab seluruh pertanyaan review ala kuis dengan sukses dan menjadi Juara 1.

Hal yang tidak saya pahami saat itu adalah dengan berusaha dan belajar giat untuk menjadi Juara 1 dalam review ala kuis, sebenarnya saya telah mengulang pelajaran tersebut. Cara yang selalu disarankan sebagai proses belajar yang optimal telah Ibu Guru IPA saya tanamkan dengan cara yang luar biasa.

Secara menakjubkan saya selalu bisa menjawab hampir semua pertanyaan di review ala kuis. Sehingga, tak jarang tim saya menjadi Juara 1.

Hasil ulangan pun selalu membahagiakan. Proses belajar yang menyenangkan dan mengulang pelajaran secara tak langsung sangat rutin itu membantu saya untuk sukses.

Sayangnya, tidak semua guru menerapkan cara mengajar yang sama. Cara mengajar seperti itu pun tidak terulang saat SMP dan SMA. Mungkin memang cara itu hanya sesuai untuk level SD yang butuh dorongan semangat belajar. Tetapi, jika cara mengajar itu membawa kesuksesan bagi murid, mengapa tidak dicoba untuk diterapkan?

Saat ini, terkadang saat sedang main ke SD saya dan bernostalgia dengan para guru, bertemu Ibu Guru IPA adalah hal yang sangat menyenangkan. Bertemu dengan Ibu Guru IPA mengingatkan saya akan semangat untuk belajar, berjuang semaksimal mungkin untuk menjadi pemenang, meraih kesuksesan, dan menerima kekalahan.

Mungkin cerita ini sederhana dan bahkan banyak guru lain yang lebih penuh inspirasi, itu tidak menjadi masalah. Bagi saya, rasa semangat yang diberikan Ibu Guru IPA sangat berarti untuk selalu optimal dalam hal apapun seperti saat saya masih SD.

Terima kasih, Ibu Guru IPA :)

8/5/2012
23.52 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s