#30HariMenulisSuratCinta Hari Pertama : “Ketika Jarak Menyatukan Kita”

Aku pernah begitu dekat dengannya. Menghabiskan waktu dengan mempercayai dirinya. Logika bukan lagi sesuatu yang penting. Asalkan perasaanku senang, tenang dan nyaman, maka aku akan terus memilihnya.

Sayangnya, kita berjalan tanpa status. Tanpa ada kejelasan perasaan dari masing-masing pihak. Hanya kesimpulan diriku sendiri saja bahwa dia pun merasakan hal yang sama denganku. Hanya, kesimpulanku sendiri saja.

Lucunya, kita jarang bertemu. Hanya berkomunikasi secara intens, tanpa kenal jarak dan waktu. LDR pun sempat terjadi. Lucunya lagi, justru kita berantem saat dia berencana kembali dan berbaikan saat dia berencana pergi.

Aku pun sempat merasa, jarak antara diriku dengan dirinya justru adalah hal yang menyatukan kita. Saat dimana kita saling butuh, saling berbagi, tanpa ada tekanan untuk saling menemui.

Terlalu lucu dan ironi. Semua berakhir saat dia kembali. Saat jarak itu tak lagi bertepi. Saat jarak telah dapat dihitung dengan jengkal jari.

Mungkin, memang aku yang bodoh. Jarak telah membuatku lengah dari kenyataan. Jarak telah memberiku kenyaman. Seharusnya aku lebih tegas karena, status telah dia berikan pada orang lain saat jarak tak lagi memisahkan kita.

Sekarang, kenangan telah berubah menjadi pelajaran. Ketika jarak menyatukan, yang dibutuhkan adalah kejelasan. Mungkinkah, jarak akan memberiku penyesalan kembali atau menuntunku pada kebahagiaan.

love-quotes1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s