Soest, Little Secret in Germany

Soest, kota kecil yang berada di wilayah Nörd Rhein Westphalia, Jerman, ini menyimpan berbagai rasa yang kasat mata. Setiap sudut kota Soest menceritakan kisah yang berbeda dan siap untuk selalu dirindukan. Pada 2010, saya berkesempatan untuk tinggal cukup lama di kota kecil yang cantik ini. Keadaan menjadi lebih membahagiakan saat saya mendapatkan kesempatan untuk merasakan indahnya Ramadhan di kota Soest.

Saat Ramadhan itu, Soest telah memasuki summer, sehingga matahari hadir lebih lama. Merasakan puasa selama 18 jam yang dimulai sejak pukul 3 pagi sampai 9 malam, pada saat summer, di Jerman dan sangat jauh dari rumah sungguh merupakan pengalaman baru yang tidak akan saya lupakan. Saat di Indonesia saya terbiasa untuk sahur dan berbuka dengan mudah bersama keluarga. Sedangkan, selama di Soest saya harus mengurus semuanya sendiri. Terlebih sebagai minoritas, citarasa Ramadhan sangat tidak terasa sama sekali. Semua serba biasa saja seakan bukan sedang melewati bulan penuh rahmat dan ampunan.

Soest Germany

Masyarakat Soest sangat multicultural dan menghormati berbagai macam perbedaan. Soest memang merupakan kota pelajar yang didominasi oleh pendatang dari berbagai negara. Namun, hal ini tidak menjadikan komunitas Muslim di kota Soest terlihat dominan. Terdapat satu Masjid yang berdiri berdampingan dengan rumah penduduk lainnya. Masjid ini tidak berupa bangunan tersendiri, namun menjadi satu dengan deretan bangunan disekelilingnya. Hal ini menjadi ciri khas bahwa suasana kota kecil yang sederhana dan tua, tetapi tetap nyaman selalu menjadi identitas Soest yang tidak akan mudah dirusak oleh apapun.

Walaupun komunitas Muslim di Soest tidak terlalu menonjol, saya tetap bersyukur karena tinggal bersama beberapa teman Indonesia yang Muslim. Kami saling mendukung, menjaga dan mengingatkan agar selalu maksimal beribadah hanya untuk Allah SWT.

40027_417481441996_3457739_n

Rindu akan suasana religius dan Islami terhapuskan saat saya berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu Masjid di Jerman, yang terletak di kota Duisburg. Masih satu wilayah dengan Soest, di Nörd Rhein Westphalia, Duisburg adalah sebuah kota industri. Masjid di Duisburg ini berada di area yang didominasi oleh masyarakat Turki, yang mayoritas beragama Islam. Tentunya, suasana religius dan Islami sangat terasa saat berada di area Masjid Duisburg ini.

Meski tidak sebesar Masjid Istiqlal, Masjid Duisburg sudah menjadi penawar rindu masyarakat Muslim di Jerman, termasuk saya. Arsitektur Masjid Duisburg sangat dipengaruhi oleh gaya Turki Ustmani, seperti kebanyakan bangunan yang ada di Istanbul, Turki.

masjid-duisburg

Jauh dari rumah saat Ramadhan memang terasa sulit. Namun, saat bersama teman dan tetap terus semangat beribadah, Insya Allah, Ramadhan akan lebih berkah. Jangan ragu untuk mencari komunitas, membangun relasi dan menciptakan forum yang dapat membantu untuk maksimal dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Bismillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s