Belajar Untuk Siap

“Gimana rasanya ditinggal menikah orang yang kamu suka?”

Rasanya pertanyaan itu akan sesuai ditanyakan ke mereka, yang ditinggal orang tercintanya untuk menikah. Tak sedikit yang memang memiliki kisah dan tak jarang yang hanya menutup rasa saja.

——

“Gimana rasanya melihat dia berjanji untuk selalu setia?”

Sementara, hati menangis pilu dan suara ingin berteriak keras mengucap, “Aku pun akan selalu setia padamu juga!”

“Gimana rasanya melihat dia berada memohon ijin kepada orang tuanya dan bukan orang tuamu?”

Sakit. Seharusnya dia menjadi menantu kesayangan bundaku dan sahabat terbaik ayahku. Tetapi, apa yang dilakukannya itu? Mertuanya bukan orang tuaku.

“Gimana rasanya melihat dia berada di pelaminan, bersanding bukan dengan kamu?”

Entah. Mungkin aku tidak akan datang… Atau mungkin datang dengan penampilan terbaikku, hingga dia menyesal pilihannya bukan aku.

“Gimana rasanya kamu melalui hari-hari dengan tidak mengharapkannya, lagi?”

Kosong. Mungkin, aku harus mulai belajar untuk mencintai. Lagi.

Bukan. Mungkin, inilah waktunya untuk tidak menutup perasaan yang kita miliki.

28/08/13
01.21 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s