Seharusnya, Bukan Kamu

Mengapa dirimu
Yang selalu hadir saat aku memejamkan mata
Bayangmu tetap berkelebat di tiap pagi menyapa
Dan, kenangan itu, terlalu sulit untuk terlupa

Dirimu,
Yang memberi luka terdalam
Juga rasa sakit terpahit

Sudah ku teriakan pada dunia
Bahwa aku telah lupa
Aku telah berpindah
Aku telah bergerak

Namun, nyata hati berkata tidak

Ada apa ini sebenarnya?

Mungkin, memang aku hanya butuh satu kejelasan saja
Pernyataan atas setiap pertanyaan yang ada
Tentang arti diriku, bagimu, dan hati yang terus memanggil namamu saja

23/7/2013
01.20 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s