Saya dan Transportasi Publik di Jakarta

Bukan, bukan dikira Ibu Hamil lagi (saya sudah pernah dikira sebagai Ibu Hamil sebanyak 3 kali!) dan disuruh duduk. Tapi, lelah dengan antrian busway (Trans Jakarta) dan mereka yang bawelnya minta ampun.

TransJakarta_Bundaran_HI_1

Sudah 30 menit, busway belum juga tiba. Panas, gerah, tas berat, badan mulai sakit semua. Tiba-tiba, Alhamdulillah 1 busway datang. Dorong-dorongan pun dimulai. Saingan banget sama semut yang rumahnya tersiram air. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, mbak-mbak, mas-mas, semua mau nyerobot antrian.

Sayangnya, yang boleh masuk hanya sedikit dan sebagian besar tertahan. Katanya sih, “Di belakang ada lagi, sebentar lagi datang” – oke, tolong jelaskan ‘sebentar’ itu berapa lama, karena kami sudah 30 menit disini.

Lelah lebih karena terdorong-tergencet, daripada antri. Mulut pun komentar, “Ga usah dorong-dorongan kenapa sih, woless aja itu dibelakang juga ada lagi.”

Ada yang komentar, “Ga berhenti itu” dan… Ternyata benar. Busway itu lewat begitu saja. Sadiiisss…!!!

Ada yang komentar lagi, “Makanya kalau busway datang langsung masuk aja. Ga usah tunggu2 lagi. Dorong sampai semua masuk” – yang ngomong ini bapak muda dengan tas ransel besar di depan badannya. Great, sekarang kita semua tahu kenapa dia suka dorong-dorong.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini:
1. Naik Commuter Line memang jauh lebih cepat dari angkutan umum lainnya, ga kena macet, tapi tergencet
2. Naik Busway lumayan cepat meskipun kadang tetap terkena macet, tapi datangnya suka lelet
3. Naik Taksi enak sih, adem, lebih menjangkau berbagai lokasi sesuai keinginan kita, tapi mahal dan macet
4. Naik Mobil pribadi paling enak.. tapi sebagus apapun mobil, tetap kena macet (kecuali kalau mobilnya bisa terbang)
5. Naik Ojek paling asik, cepet, ga kena macet, tapi kepanasan atau kehujanan, belum lagi kalau abangnya bau ketek
6. Naik Motor pribadi asik sih, cepet, nyelap-nyelip asik kalau macet, tapi ya tetap kepanasan atau keujanan sih
7. Jalan kaki sehat, sih.. tapi polusinya, Subhanallah… belum lagi kalau ada pengendara motor yang asal (dan dia lebih galak) + pengendara mobil mabuk itu

8. Sudahlah, nikmati saja hidup ini. Mari kita do’akan sama-sama semoga Indonesia lebih baik lagi sehingga rakyatnya bisa hidup sejahtera semua.. Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s