Kreatif Menulis Naskah Film dan TV

“Kreativitas menulis lahir dari menulis itu sendiri.” Begitulah ujar Adi Nugroho ketika memulai kelas Akademi Berbagi Depok siang itu (2/11). Adi Nugroho merupakan salah satu penulis skenario ternama yang telah lebih dari 10 tahun berkarya di balik layar TV dan perfilman Indonesia. Pengalaman dan ilmunya tersebut dibaginya bersama teman-teman yang datang dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum yang antusias dengan TV dan film.

Akademi Berbagi merupakan gerakan sosial yang mewadahi masyarakat untuk berbagi ilmu melalui kelas-kelas singkat yang diisi oleh kalangan profesional di bidangnya. Bertempat di Ranah Kopi, Margonda, Depok, tema yang diangkat oleh Akademi Berbagi Depok pada kelasnya kali ini adalah penulisan skenario TV dan film.

Adi memberikan tips pada 10 hal penting dalam penulisan naskah TV dan film. Pria yang telah menulis naskah untuk berbagai film dan serial terkenal, seperti Jelangkung, Ruang, danTersanjung ini, memulai kelas dengan mengingatkan bahwa menulis naskah adalah keterampilan, sama seperti menulis pada umumnya, dan yang membuatnya semakin baik adalah dengan terus menulis.

“Yang menjadi pembeda, dalam menulis naskah, kita harus bisa menyesuaikan dengan target, karena tujuan kita adalah memberikan service berupa tontonan yang memuaskan penonton,” ujarnya. Menurutnya, perbedaan antara penonton film dan TV harus menjadi dasar pertama kita dalam menentukan gaya penulisan naskah. Berdasarkan sebuah survei, di Indonesia, penonton film didominasi oleh remaja umur 12-18 tahun, sedangkan penonton TV didominasi oleh ibu-ibu umur 21-45 tahun. Selain itu, film umumnya mengedepankan unsur big moments sepertilandscape shot yang spektakuler dan adegan yang memorable, sedangkan TV lebih mengutamakan close up shot dan dialog yang menyentuh. Dengan gayanya yang khas, Adi menjelaskan bahwa karakter penonton tersebut harus menjadi dasar utama kita dalam menulis naskah.

Dia lalu memaparkan secara garis besar, tahapan dalam menulis naskah dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu membangun cerita dan menyesuaikan tulisan dengan industri film dan TV itu sendiri. Membangun cerita meliputi menentukan format penulisan sesuai target penonton (film atau TV), menentukan genre, menciptakan karakter, dan membangun konflik. Setelah cerita terbangun, kita dapat melanjutkan ke fase berikutnya untuk menyesuaikan tulisan ke dalam layar yang meliputi penciptaan scene plot, skenario, dialog, adegan, dan visualisasi.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kelas dan ikut aktif dalam berdiskusi. Diskusi pun bertambah seru karena diselingi berbagai intermezzo tentang dunia perfilman Indonesia. Adi juga menyebutkan perkembangan industri film Indonesia yang semakin baik, dan berharap semakin banyak anak muda kreatif yang ikut terjun mengembangkan perfilman dan TV dari balik layar melalui penulisan naskah.

Pada kelas ini, Akber Depok juga membagikan CD Mari Nyanyi yang merupakan proyek dari komunitas Lagu Anak kepada tiga komunitas peduli anak, diantaranya SB Matahari, Rumbel BEM UI, dan Gerakan UI Mengajar. Lalu kelas diakhiri dengan sosialisasi mengenai ajang networkingkomunitas kreatif bertajuk Depok Community Festival yang akan digelar pada bulan Desember dan foto bersama.

——

Artikel ini didapatkan dari website Indonesia Kreatif, sehingga dapat dibaca juga di http://news.indonesiakreatif.net/kreatif-menulis-naskah-film-dan-tv/ Happy Reading :)

One thought on “Kreatif Menulis Naskah Film dan TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s