Menemukan Passion dengan Meditasi “Sejenak Hening”

Bertempat di Code Margonda (19/1), Depok, kelas Akademi Berbagi (Akber) Depok diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara Adjie Silarus. Pada kesempatan kali itu, pembicara yang lebih akrab disapa Adjie ini memberikan ilmunya untuk menemukan passion dalam diri dengan menggunakan teknik meditasi “sejenak hening” atau mindfulness. Acara yang dihadiri oleh peserta yang datang dari berbagai latar belakang bidang ini memberi kesempatan kepada mereka untuk langsung mempraktikkan meditasi tersebut.

Salah satu kunci yang Adjie berikan dalam kelas mindfulness ini adalah “think less, feel more”. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul, yaitu ‘mengapa saya melakukan apa yang saya lakukan?’ (why I do what I do?). Untuk menemukan passion, seseorang harus mampu jujur pada diri sendiri dan itu tidak ditemukan dengan cara berpikir, melainkan dengan merasa.

Permasalahan yang Adjie temukan adalah, dunia pendidikan Indonesia sampai saat ini masih berfokus pada mengasah pikiran tanpa mengasah perasaan. Akibatnya, masyarakat modern terlalu banyak membandingkan diri sendiri dengan orang lain sehingga semakin menjauh daripassion. Dengan semakin peka dan memahami diri sendiri maka seseorang akan lebih tenang dan sehat secara jiwa.

Berdasarkan fakta kesehatan mental, 11,6% dari populasi orang dewasa mengalami gejala gangguan mental emosional dan 70% pekerja tidak merasa bahagia dengan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat saat ini terlalu berfokus pada tuntutan sehingga mulai mengabaikan hal-hal sederhana. “Intinya apa? Jangan terburu-buru. Kalau kita bandingkan zaman dulu dan zaman sekarang, orang zaman dulu memahami sesuatu lebih mendalam. Kalau zaman sekarang lebih instan. Itulah tantangan yang terjadi saat ini,” ujar Adjie.

Adjie juga memaparkan bahwa menemukan passion tidaklah instan dan terjadi hanya dalam semalam. Seseorang perlu fokus dan konsentrasi dalam mendengarkan diri sendiri. Gejala yang berbahaya dari masyarakat modern dinamainya sebagai automatic pilot mode atau zombie. Hal ini terjadi di saat seseorang melakukan rutinitas yang sama setiap hari tanpa tahu apa yang sedang dikerjakannya. “We are human being, not human doing. Kadang kita perlu istirahat dan berhenti sejenak,” lanjutnya.

Mindfulness atau “sejenak hening” merupakan salah satu cabang meditasi dan psikologi modern yang bertujuan untuk mengurangi penolakan dan memperbesar penerimaan. Bapak mindfulness, Jon Kabat-Zinn, mendefinisikan mindfulness sebagai memperhatikan dengan cara tertentu yang bertujuan di sini, saat ini, sekarang, dan tidak melakukan penilaian. Artinya, mindfulnessmengajak seseorang untuk berfokus dan memahami saat ini tanpa perlu mengubah apa-apa. Dengan begitu, seseorang akan jauh lebih tenang dan tidak terburu-buru. Pada saat tidak terburu-buru itulah passion akan lebih mudah ditemukan karena baik pikiran maupun sensor tubuh tidak bekerja terlalu berat.

“Ada sebuah kutipan yang seolah menampar saya: ‘When I let go of what I am, I become what I might be’ dari Lao TzuMerasa nggak di saat kita lagi ingin banget sesuatu, justru kita malah susah mendapatkannya? Dan di saat kita ikhlas dan menerima, kita malah bisa meraihnya,” tutur Adjie. Salah satu hal yang perlu dihindari dalam menemukan passion adalah rasa bosan. Tak dapat dipungkiri, di era modern ini, rasa bosan semakin mudah mengakar pada diri seseorang. Tantangan lain adalah konsumerisme. Di saat seseorang sudah banyak mengkonsumsi, harus ada dorongan pada diri untuk mencipta. “Jangan membuat diri kita hanya sebagai konsumen, atau kasarnya, sebagai budak. Kapan menciptanya? Passion is about creating,” tegas Adjie. Di sinilah meditasi mindfulness atau “sejenak hening” berfungsi, yaitu mengajak diri berhenti sejenak dan merasa.

Teknik meditasi yang diajarkan Adjie cukup simpel. “Sejenak hening” dapat dilakukan di sebuah tempat dengan duduk bersila dan menutup mata. Di saat menutup mata, gunakan napas perut dan konsentrasikan pikiran pada ritme napas. Di saat pikiran sudah berjalan-jalan ke masa lalu atau masa depan, tarik lagi pikiran untuk kembali fokus pada ritme napas atau pada ‘saat ini’. Saat membuka mata secara perlahan, tubuh akan terasa lebih rileks dan pikiran akan lebih tenang. Meditasi ini dapat dilakukan selama lima, tiga puluh, bahkan empat puluh lima menit.

“Bahkan dalam lagu Indonesia Raya saja kita harus membangun jiwa dulu baru raga. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan mental. Kalau mental sudah sehat, passion pun akan lebih mudah ditemukan,” Adjie memaparkan. Dan salah satu poin penting yang Adjie buat sebelum menutup sesi adalah, passion dapat ditemukan pada saat diri lebih memilih melakukan suatu hal yang disenangi daripada tidur. Karena apa yang dilakukan jauh lebih membahagiakan daripada apa yang dimimpikan. Sebelum kelas mindfulness benar-benar berakhir, peserta diberi kesempatan untuk memperkaya ilmu dalam sesi tanya jawab. Kelas pun ditutup dengan sesi foto bersama.

——

Artikel ini didapatkan dari website Indonesia Kreatif, sehingga dapat dibaca juga di http://news.indonesiakreatif.net/menemukan-passion/ Happy Reading :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s