Perencanaan Keuangan Pribadi Sedini Mungkin

Akademi Berbagi (Akber) Depok kembali menyelenggarakan kelas dengan mengusung temafinancial planningAkber Depok merupakan sebuah organisasi nonprofit yang rutin mengadakan kelas-kelas dengan tema-tema tertentu setiap dua minggu sekali dan terbuka untuk umum. Pada kelas financial planning (15/02), Akber Depok mendatangkan pembicara M. Doni Darmawan yang berprofesi sebagai financial planner. Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, seseorang yang akrab disapa Doni ini bersedia membagi ilmunya tentang bagaimana caranya merencanakan keuangan pribadi.

Menurut Doni, perencanaan keuangan pribadi atau personal financial planner merupakan perencanaan keuangan yang paling mendasar. Perbedaannya terletak pada implementasi karena setiap orang melakukannya dengan cara yang berbeda. Doni juga memaparkan statistik bahwa hampir 95% orang membutuhkan perencanaan keuangan. Oleh karena itu, penting untuk menyusun perencanaan keuangan pribadi karena kita akan lebih mengenali pola pengeluaran dan menemukan bagaimana cara mengaturnya.

Di dunia yang kebutuhannya sudah semakin meningkat ini, tentu kita harus berupaya sekreatif mungkin dalam menyusun strategi keuangan. Doni sempat mengajukan pertanyaan kepada para peserta, “Kapan sebaiknya kita mulai menyusun rencana keuangan?” Dan jawaban Doni adalah pada saat sudah berpenghasilan. Ada sebuah istilah yang dinamakan financial perspective, yaitu siklus yang terjadi dari saat seseorang mulai bekerja hingga nanti pensiun. Dalam financial perspective tersebut, dapat terlihat hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam jangka waktu panjang, misalnya biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, hingga akhirnya pensiun nanti.

Doni pun menekankan pentingnya dalam menyiapkan dana pensiun. Meski baru berada di usia 20-an dan baru mulai meniti karier, dana pensiun sebaiknya sudah disiapkan sedini mungkin. “Misalnya nanti kita pensiun di usia 55 tahun. Terus kalau kita meninggal di usia 90 tahun, selama 35 tahun itu kita mau hidup dari mana? Tentu uang pensiunan saja nggak cukup,” ujar Doni. Apalagi untuk seseorang yang berprofesi sebagai pengusaha atau wirausaha, lanjutnya, mereka tidak mendapatkan tunjangan dari mana pun yang artinya mereka harus menyediakan dana pensiun sendiri.

Dalam menyusun perencanaan keuangan, penting untuk melakukan financial check-up. Sama seperti dalam istilah medis, financial check-up pun meliputi segala hal yang berkaitan dengan perekonomian pribadi. Hal pertama yang perlu dicek adalah utang. Setelah mengetahui berapa jumlah utang, akan diketahui berapa aset atau nilai kekayaan bersih yang dimiliki. Sesudah itu, cek alur kas, dari mana saja datang pemasukan dan untuk apa saja melakukan pengeluaran. Dari sana, akan terlihat apakah neracanya surplus, balance, atau defisit. Kemudian, penghasilan pun perlu disisihkan untuk dana darurat dan dana proteksi. Hal ini penting apabila suatu saat mengalami kejadian tak terduga. Ketika telah melakukan penghitungan dan dana-dana tersebut mampu menutupi biaya hidup, maka seseorang dapat mulai berinvestasi. Pola financial check-upini adalah pola yang ideal untuk perencanaan keuangan yang lebih baik. Dengan begitu, siklus keuangan akan lebih teratur.

“Sebenarnya, apa sih fungsi dari perencanaan keuangan?” tanya Doni kepada para peserta. Jawaban yang Doni berikan sebenarnya cukup simpel, “Intinya adalah, kita merencanakan mau hidup yang seperti apa?” Karena hal ini berkaitan erat dengan pernyataan di awal, bahwa perencanaan keuangan ini diimplementasikan berbeda-beda pada setiap orang. Seorang wirausaha dengan pegawai swasta pasti memiliki perencanaan yang berbeda. Seseorang yang telah menikah dengan yang belum menikah juga memiliki perencanaan yang berbeda pula. “Kita punya pilihan dalam merencanakan keuangan. Ada yang milih buat meningkatkan penghasilan biar bisa menutupi pengeluaran. Ada juga yang memilih untuk menurunkan pengeluaran. Dengan apa? Misalnya, yang biasanya ke kantor naik mobil sekarang naik kereta. Semuanya tergantung pada pilihan pribadi.”

Sebelum acara berakhir, beberapa peserta menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan investasi hingga bagaimana cara mengkomunikasikan masalah keuangan dengan pasangan. “Hampir lebih dari 50% dari perceraian itu diakibatkan oleh permasalahan ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terbuka dalam merencanakan keuangan, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga,” tuturnya sebelum menutup sesi pada hari itu.

——

Artikel ini didapatkan dari website Indonesia Kreatif, sehingga dapat dibaca juga di http://news.indonesiakreatif.net/perencanaan-keuangan/ Happy Reading :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s