Melihat Sang Timun Mas

Sabtu, 29 Juni 2013 lalu adik-adik Kelas Kampung Manggah mendapat kesempatan untuk menonton drama musikal Timun Mas. Kita mendapat jatah 17 tiket untuk adik dan 3 tiket untuk kakak. Alhamdulillah, koordinasi untuk mengajak dan mengumpulkan adik-adik mudah sekali, karena bantuan Gita dan Jannah sebagai Ketua Kelas.

Setelah bingung akan berangkat dengan apa, saya memutuskan untuk menyewa 1 mobil. Jadi, kita akan pergi dengan menggunakan mobil saya dan mobil sewaan. Alhamdulillah lagi, harga mobil sewa cukup murah dan sudah termasuk bensin! Kalau bukan karena Allah SWT, semuanya tidak akan terasa semudah ini. Bunda saya pun menyiapkan banyak sekali snack untuk adik-adik :)

Drama musikal dimulai jam 14.30 WIB, tetapi kami baru berangkat jam 13.00, sepertinya bakal telat nih… dijalani saja dengan enjoy, semoga tidak telat terlalu lama. Mobil saya berisi grup adik-adik cowok, ada 8 orang. Sedangkan, mobil sewa diisi grup adik-adik cewek, ada 9 orang. Di mobil sewa, ada Kak Isthi yang menjadi perwakilan kakak. Untuk perjalanan ini, hanya 2 kakak yang ikut, yaitu saya dan Kak Isthi.

Image4522

Ini adalah daftar adik-adik yang ikut ke drama musikal Timun Mas:

Adik-adik cowok,

Yusuf (7 tahun), Ipay (8 tahun), Firman (11 tahun), Galih (11 tahun), Tito (11 tahun), Rio (12 tahun), Rama (12 tahun), dan Rehan (13 tahun).

Adik-adik cewek,

Diana (5 tahun), Milla (7 tahun), Kayla (8 tahun), Kofifah (8 tahun), Diah (10 tahun), Zahra (10 tahun), Gita (11 tahun), Tiara (11 tahun), dan Jannah (12 tahun).

Perjalanan dimulai dengan muntah…. ada beberapa adik cowok dan cewek yang mabuk darat. Entah apa alasannya, pokoknya mereka mau muntah saja. Padahal sudah makan siang dan AC pun tidak terlalu dingin, bahkan akhirnya dimatikan dan jendela pun dibuka.

Sampai di Istora Senayan, kami sudah terlambat 1 jam hehehe…

Yasudah tidak apa-apa.. makin terlambat lagi, adik-adik masih antri dulu ke toilet. Alhamdulillah, ada perwakilan EO yang baik dan mengantarkan kami sampai kursi. Gelap sekali! Diana yang baru 5 tahun mulai ketakutan, untungnya ga nangis. Kak Isthi langsung mengajaknya mendekat dan menunjukkan panggung tempat drama musikal digelar.

Image4524

Area kita ada di sebelah kanan panggung, jadi kalau mau nonton harus duduk agak serong ke kanan. Seru sih… tapi sayang, suara komunikasi antar pemain kurang terdengar. Mungkin ini yang membuat adik-adik tidak bisa fokus dan malah keasikan main diantara kursi penonton yang cenderung kosong. Meski datang terlambat, kami cukup paham jalan ceritanya karena ada guide book yang berisi segala informasi tentang drama musikal ini. Beberapa adik mengambil guide book lebih dari 1, mungkin buat oleh-oleh keluarga di rumah hehehe…

Selesai acara, kami berkumpul bersama kelas SSC lainnya dan foto bersama. Ada Kak Shei dan Endang juga, yang seragam pakai baju biru-biru :p

Image4525

Image4526

Berkunjung ke Masjid Al Bina

Sebelum pulang ke rumah, ada beberapa adik yang minta mampir ke Stadion Gelora Bung Karno. Saya mau ajak tapi kita belum Shalat, gimana dong? Akhirnya, saya putuskan untuk ajak mereka ke Masjid Al Bina saja. Meski harus memutar keluar untuk memasuki areanya, Masjid ini masih termasuk area Gelora Bung Karno. Saat memutar pun adik-adik bisa melihat Stadion dan beberapa poster promosi acara, termasuk Timun Mas, Bobo Fair, dan datangnya Lagenda Sepak Bola, Diego Maradona.

Di mobil, saya ajak adik-adik untuk ngobrol..

“Sekarang kita mau ke Masjid dulu, ya.. kita Shalat dulu.. tapi, tahu ga kalau di Masjid kita ga boleh ngapain?”

Secara bersamaan dan berebutan, adik-adik menjawab,

“Ga boleh berisik!“

“Ga boleh lari-larian!“

“Ga boleh bercanda di kamar mandi, karena lantainya licin, nanti bisa jatoh!“

“Ga boleh teriak-teriak, soalnya Masjid itu tempatnya Shalat..“

Saya kagum sendiri.. “Okay, udah pada pinter semua yaa…. Nanti pas sampai di Masjid jangan lupa yaa..”

Serentak mereka menjawab, “Iyaaa, Kaaaakkkkk!”

Lalu, kenyataannya adalah…. saat baru turun dari mobil, adik-adik langsung lari-larian sambil teriak-teriak. Waduh! Gagal semua deh ilmunyaaa hehehe… dasar adik-adik :p

Alhamdulillah, kita Shalat di Masjid. Ga perlu khawatir berebutan Wudhu ataupun berdesakan saat Shalat, ibadah kita terasa nyaman dan tentram. Adik-adik cewek pun sudah pintar semua, banyak diantara mereka yang sudah membawa mukena sendiri.

Selesai Shalat, saya kaget melihat adik-adik sedang berkerumun di salah satu stan penjual makanan yang ada di pelataran Masjid. “Pada jajan apaan, tuh? Siapa yang bayar?“, batin saya. Ternyata, Ibu dan Bapak penjual makanan itu memberikan teh manis gratis buat adik-adik! Wow, Subhanallah Alhamdulillah! Baik banget nih si Ibu dan Bapak :‘)

Kak Isthi yang sedang tidak Shalat dan menunggu di luar Masjid akhirnya memutuskan untuk membeli kacang yang sangaaaaatttt banyak. Ceritanya untuk bayar teh manisnya itu hehehe…

Akhirnya, adik-adik yang bawa uangnya sendiri semangat untuk jajan. Tiba-tiba, Gita memberi saya satu plastik yang penuh dengan permen, “Kak, ini dikasih sama Ibu itu. Katanya dikasih ke anak-anak, masing-masing dapet 3 permen..“

Saya melongo lagi. Ibu penjual makanan lagi-lagi memberi snack gratisan buat kami, sebelumnya teh manis lalu permen satu bungkus penuh. Baik banget, sih… Saya cuma bisa bilang, “Ibuuu… makasih banyak, yaa…”

Makan Nasi Goreng Bersama

Padahal, adik-adik tuh udah bawa snack sendiri banyak banget, trus udah saya kasih snack lagi banyak banget, udah jajan, dan ada beberapa diantara mereka yang udah makan berat (dia bawa bekal nasi dan lauk untuk makan malam). Memang saya suruh adik-adik untuk bawa snack dan bekal makanan sendiri, tapi saya ga sangka kalau mereka masih lapar…

Saya memang berencana untuk mengajak mereka makan malam dulu sebelum pulang, kasian kan ini anak orang kalau sampai di rumah terus ngeluh kelaperan, ntar saya yang disalahin :p

Tapi, ragu juga sih… sebenernya adik-adik ini masih lapar atau udah kenyang. Akhirnya, saya tanya, “Masih pada laper ga, niiihhh?”

Ternyata, mereka menjawab, “Masiihhhh, Kaaaakkkk!”

Yasudah, saya ajak mereka untuk makan nasi goreng. Abang nasi goreng kaget melihat kami datang bergerombol dan berisik.. dikiranya mau digerebek kali yaa hehe :p

Alhamdulillah, akhirnyaa semua kenyang dan kami siap untuk pulang. Adik-adik kembali ke rumah dengan selamat sentosa.. meskipun, ada 1 kejadian yang bikin stress… ada yang muntah dan tumpah di mobil, haduh…

Yasudahlah… semuanya pengalaman. Saya cuma berharap 1 hal, semoga adik-adik merasa nyaman dengan perjalanan ini dan jadi pengalaman yang baru, bahkan mungkin tidak terlupakan untuk mereka. Semoga :)

Talita Zahrah – @talitazahrah

Kepala Sekolah #KelasKpManggah Save Street Child

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s