Perkembangan Bisnis Mukena di Indonesia

Saat kita ingin menghadiri suatu acara penting, biasanya kita akan menggunakan pakaian terbaik. Lalu, bagaimanakah jika ingin Shalat, beribadah kepada Allah SWT pencipta kita, apakah kita mengenakan pakaian terbaik juga?

Sebagai seorang Muslimah, mukena menjadi bagian yang tak terpisahkan. Ibadah Shalat yang mewajibkan kita untuk menutup aurat dengan sempurna, menjadikan mukena teman akrab yang harus selalu ada.

Saat ini, berbagai model mukena pun sudah banyak sekali. Tak ketinggalan bahan juga motif yang variatif serta harga yang bersaing, mewarnai perkembangan bisnis mukena.

Bahkan, ada mukena dengan harga yang luar biasa, hingga jutaan Rupiah! Wow! Mukena itu terbuat dari kain sutra kualitas pertama yang dihiasi dengan manik dan sulam yang sangat detail, menjadikannya nyaman dan penuh karakter. Maka, tak heran jika harganya sangat tinggi.

pengantin peachimage source: http://inspirasicantik.com/

Meski ada mukena dengan harga selangit, secara umum mukena memiliki harga yang tidak jauh berbeda dengan produk tekstil lainnya. Mukena dengan kisaran harga 45,000 hingga 500,000 Rupiah tetap ada. Model, bahan, dan motif yang ditawarkan pun sangat variatif.

Model mukena yang ditawarkan biasanya terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu one piece (terusan), abaya, dan two piece. Pemilihan model yang tepat untuk kita biasanya sesuai untuk kebutuhan, misal untuk traveling atau di rumah.

Bahan pun dapat menjadi alasan dari pemilihan pembuatan model mukena. Bahan yang dipilih selalu dipastikan agar Muslimah dapat nyaman mengenakannya dan tidak merasa gerah. Beberapa pilihan itu adalah katun, katun santung, parasut, cerutty juga sutra. Uniknya, berbagai bahan itu juga memiliki tingkat kualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Motif mukena terkadang mengikuti tren yang ada. Tak jarang, motif mukena pun menciotakan tren baru. Motif mukena yang paling sederhana adalah berbagai bentuk bunga, ilalang, salur, jumputan, kontemporer, playful, dan tentunya motif yang sangat Indonesia, batik. Motif mukena paling favorit saat ini adalah tabrak lari. Motif tabrak lari menjadi sebutan yang pas, karena menggabungkan dua motif yang sangat berbeda dalam satu set mukena.

Warna yang diaplikasikan pada mukena pun tidak warna putih melulu. Warna monokrom yang polos memang masih menjadi pilihan utama. Namun, berbagai warna lain yang lebih berani, unik, dan feminine pun telah menjadi pilihan pula.

Kebutuhan akan mukena semakin meningkat saat akan memasuki bulan Ramadhan. Banyak konsumen yang membeli mukena sejak bulan Rajab atau dua bulan sebelum Ramadhan. Kebanyakan konsumen jenis ini adalah para pedagang yang akan menjualnya kembali. Mereka membeli banyak mukena untuk ditimbun dan dijadikan stok penjualan untuk seminggu sebelum dan selama Ramadhan.

Kegiatan ini menjadikan permintaan mukena lebih tinggi dibandingkan hasil produksi. Hal itu menyebabkan harga mukena naik secara signifikan selama bulan Ramadhan hingga lebaran. Tak tanggung-tanggung, kenaikan harga bisa mencapai 10% – 30% untuk pembelian secara grosir dan 50% – 100% untuk eceran. Meski harganya menjadi sangat tinggi, kualitas yang ada justru sangat rendah baik dari bahan ataupun jahitan. Sederhananya, mukena yang ditawarkan saat menjelang Lebaran adalah stok seadanya saja. Anehnya, permintaan tetap tinggi dan proses pembelian tetap sering terjadi.

Hal ini menjadikan perputaran bisnis mukena menghasilkan keuntungan yang sangat tidak masuk akal, Milyaran bahkan Trilyunan Rupiah! Hebatnya, secara garis besar perputaran Rupiah yang sangat luar biasa itu terpusat di satu tempat, apalagi kalau bukan, Tanah Abang!

mukena cantik shahnazimage source: http://inspirasicantik.com/

Pusat belanja legendaris yang menjadi sentral sekaligus penguasa secara regional ini telah mengendalikan pasar Indonesia, Brunei, Malaysia, dan banyak negara Timur Tengah. Mukena yang ditawarkan disini sangat variatif dengan perubahan model yang super cepat. Sayangnya, perkembangan model awal dari mukena berawal dari plagiarisme. Tren dari seorang artis atau kesuksesan suatu sinetron adalah titik awal dari ide setiap mukena yang ada. Proses produksi ini dilakukan secara massal, sehingga akan banyak sekali mukena dengan model yang sama berada di pasaran. Hal itu menjadikannya sebuah tren baru.

Perjalanan mukena-mukena ini berawal dari suatu desa yang berisi banyak sekali pengrajin di Tasikmalaya. Mereka membuat mukena secara massal untuk dijual di pertokoan besar termasuk Tanah Abang. Pagi-pagi buta mereka berangkat ke Jakarta dan membuka lapak dagangan dengan memanfaatkan mobilnya di dekat stasiun Tanah Abang. Para pedagang Tanah Abang blok A dan B pun berbondong-bondong untuk membelinya. Tak terkecuali para pedagang dari pusat perbelanjaan lainnya. Saat mukena telah menjadi barang dagangan penjual di Tanah Abang blok A dan B, tak sedikit pedagang dari Thamrin City yang akan membelinya. Hal ini menyebabkan kenaikan harga mukena sebesar 5,000 – 20,000 Rupiah. Uniknya, perjalanan mukena ini berakhir di butik ternama dan harganya pun melonjak dengan tingginya.

Meski plagiarisme tetap marak dan sulit dihindari saat membuat mukena dengan model baru, masih banyak designer handal yang tetap berkarya untuk menciptakan model mukena unik yang sesuai dengan karakter mereka. Biasanya, para designer ini merupakan kalangan home industri ataupun butik ternama yang menghasilkan produk tidak secara massal. Oleh karena itu, mukena yang ada tetap memiliki tingkat orisinalitas yang tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan jika model mukena itu tetap menjadi korban plagiarisme.

Mukena yang selalu kita kenakan saat Shalat ini ternyata memiliki kisah yang tidak sesederhana bentuknya. Perkembangan bisnisnya menghasilkan Trilyunan Rupiah, modelnya sangat variatif meski tidak terhindar dari plagiarism, dan kebutuhannya tetap selalu tinggi. Mungkin saja, inilah saatnya kita untuk memulai bisnis mukena. Siapa tahu? Lagipula, tentunya mukena merupakan bagian dari islamic fashion yang saat ini sedang berkembang pesat.

2 thoughts on “Perkembangan Bisnis Mukena di Indonesia

  1. Pingback: harga mukena terusan di jakarta

  2. Pingback: Mukena Katun Jepang Motif Tanah Abang - Fashion Tips Up To Date

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s