Ketika Hijab Menjadi Tren

Ga suka dengan penyebutan hijab/jilbab/kerudung sebagai konvensional/modern/ibu-ibu/hijabers. Sejak kapan kewajiban Muslimah menjadi sebuah tren??

Dulu waktu awal memutuskan berhijab, bukan karena sudah tren hijab cantik yang ga kayak ibu-ibu atau ga keliatan kuno. Alasannya cuma 1, ta’at sama Allah SWT.

Waktu itu mana ada tren hijab yang berubah terus kayak sekarang. Masih jarang banget. Sekolah dengan seragam Muslimah aja jarang *thanks NF :D*

Jadi, kalau berhijab karena tren dan suatu saat tren itu menghilang, gimana? Mau ga berhijab lagi karena takut dibilang kayak ibu-ibu atau kuno?

Lagian, kenapa kalau dibilang kayak ibu2? Kita semua punya Ibu dan semua perempuan akan jadi seorang Ibu. Apa bedanya?

Inget banget dulu waktu pilih SD. Diajak sm ortu ke Al Azhar Kebagusan sama Nurul Fikri (NF masih baru banget, aku angkatan 6). Dengan yakin aku pilih NF :)

Di NF yang belajar belum pakai seragam, masih baju bebas. Tapi, yang putri cantik-cantik semua karena pakai jilbab warna warni yang lucu-lucu.

Kata guru, di NF akan pakai seragam Muslimah setiap hari, sedangkan Al Azhar cuma hari Jum’at aja. Ini salah satu alasan aku pilih NF..

Tapi, alasan utamanya adalah aku mau jadi murid putri yang cantik dengan jilbabnya yang warna warni itu.. Lucu, sederhana, ga aneh :)

mE 3

Intinya, dengan sederhana pun hijab sudah sangat cantik dan memancarkan aura kecantikanmu, wahai Muslimah. Be proud of your hijab :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s