Mulai Dari Hal Sederhana

Jika disebutkan tentang tindakan hemat energi dan menjaga kelestarian lingkungan, maka yang terbayangkan adalah sesuatu yang “besar”. Maksud saya mengenai sesuatu yang “besar” adalah mengidentifikasi energi apa saja yang bisa diperbaharui dan mana saja yang tidak, mencari energi terbarukan, menghijaukan kembali hutan-hutan yang gundul, menanam satu milyar pohon ataupun memboikot pabrik-pabrik yang meyebabkan pencemaran juga perusakan lingkungan.

Sayangnya, jika tidak memiliki posisi penting, tidak berada dalam suatu lembaga atau perusahaan yang fokus terhadap energi dan lingkungan juga tidak mampu memberikan perubahan signifikan karena pengaruh usia bahkan pendidikan, segala rencana dan rancangan akan sia-sia saja. Boleh sekali untuk memiliki mimpi yang “besar” tentang energi dan lingkungan, saya tidak membatasi. Hanya saja, jika kita bermimpi akan sesuatu yang “besar” hingga lupa dengan hal “kecil”, semua akan percuma.

Sebagai sobat bumi yang peduli akan energi dan lingkungan, saya mengajak anda semua untuk mulai memperhatikan hal-hal “kecil”. Kalau bisa saya sebut, tindakan sederhana yang dapat memberikan pengaruh luar biasa untuk penghematan energi dan pelestarian lingkungan.

Saya, sobat bumi yang belum memiliki posisi penting dan tidak berada dalam suatu lembaga atau perusahaan yang fokus terhadap energi dan lingkungan, yakin dapat memberikan pengaruh yang luar biasa dari tindakan sederhana yang terus berusaha rutin diterapkan. Nantinya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan akan memberikan efek dan pengaruh lebih bila saya telah berada pada posisi penting ataupun telah bergabung dengan lembaga atau perusahaan yang fokus terhadap energi dan lingkungan.

Pertamina

Beberapa tindakan sederhana yang terus berusaha rutin diterapkan, yaitu:

 1.      Mencabut Colokan Listrik Bila Tidak Digunakan

Sobat Bumi, coba deh diingat, sering tidak membiarkan charger handphone masih berada di colokan padahal baterai handphone telah terisi penuh dan sudah mencabut sambungannya dari handphone?

Nah, inilah salah satu kebiasaan buruk yang sangat remeh temeh tapi membawa pengaruh besar bagi energi.

Tahu gak sih, kalau mencabut charger handphone tersebut setelah digunakan, maka aliran listrik tidak akan lagi mengalir dan terjadi penghematan listrik. Ini juga berlaku bagi seluruh colokan listrik yang ada di rumah. Dengan penghematan listrik tersebut, dapat menghemat pembayaran listrik di akhir bulan sebanyak 40%-50%!

Makanya, sekarang ada colokan kabel panjang yang setiap bagian colokannya terdapat tombol untuk dapat dihidupkan dan dimatikan sesuai dengan penggunaan. Itu adalah salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk membiasakan diri dalam tindakan sederhana ini.

Penghematan listrik yang telah dilakukan, pada akhirnya dapat menghemat suplai energi dan itu semua berkat tindakan sederhana kamu, Sobat Bumi! :)

 2.      Matikan Lampu Bila Suasana Cerah dan Terang

Sobat Bumi, biasa untuk mematikan lampu saat pagi hari dan menyalakannya saat menjelang malam? Bagus sekali! Pertahankan terus, ya!

Selain menjelang malam, lampu juga boleh kok dinyalakan saat cuaca mendung ataupun kalau merasa jalur cahaya matahari untuk masuk ke rumah terlalu sempit dan butuh penerangan lebih. Boleh, boleh… Tapi, jangan lupa, tetap usahakan untuk mematikan lampu bila suasana cerah dan terang.

Untuk meminimalisasi alasan-alasan menyalakan lampu saat matahari masih bersinar, banyak rancangan arsitektur yang memberikan jalur cahaya matahari untuk lebih leluasa masuk. Hal ini harus bisa dimaksimalkan dan diaplikasikan dengan baik di rumah, kantor ataupun bangunan-bangunan lainnya.

Dengan mematikan lampu saat tidak dibutuhkan, tentunya dapat menghemat listrik dan pada akhirnya dapat menghemat suplai energi. Sekali lagi, semua berkat tindakan sederhana kamu, Sobat Bumi! J

 3.      Lebih Baik Tidak Pakai Plastik Saat Belanja

Kalau lagi belanja, lebih praktis jika pakai kantong plastik, ya? Tapi, tahu gak sih, kalau kantong plastik itu butuh 1.000 tahun untuk terurai dan sekarang setiap tahunnya ada 300 juta kantong plastik yang dibuang di Indonesia. Sobat Bumi harus bisa meminimalisasi hal ini.

Bagaimana caranya? Mari lakukan dengan sederhana. Biasakan untuk membawa tas lipat kecil di tas dan jadikan itu sebagai pengganti kantong plastik saat belanja. Saat ini sudah banyak sekali tas-tas kecil dari kain yang dapat dengan mudah dilipat dan dimasukkan ke tas kita. Bahkan, tas lipat kecil tersebut ada juga yang terbuat dari bahan daur ulang. Luar biasa banget, kan!

 4.      Pakai Tissue Secukupnya

Sobat Bumi, tissue terbuat dari apa ya? Betul, pohon. Nah, sayangnya, tidak seperti kertas yang sama-sama terbuat dari pohon, tissue tidak bisa didaur ulang. Jika diperkirakan bahwa satu orang menggunakan enam lembar tissue dalam sehari, sehingga 2.200 lembar tissue dalam setahun, maka Indonesia menghasilkan 44 milyar tissue dalam setahun! Bayangkan, berapa banyak pohon yang ditebang dengan sia-sia.

Kalau bisa menghemat satu lembar tissue saja dalam sehari, maka akan membantu mengurangi sampah tissue sebanyak 7 milyar lembar tissue dalam setahun!

Jangan panik dulu, kalau untuk dikamar mandi atau sedang sakit, boleh kok menggunakan tissue secukupnya. Jangan terlalu berlebihan, ya..

 5.      Berkebun Di Rumah

Sudah tidak asing kan dengan berkebun? Apalagi sejak ada komunitas yang mengajak para masyarakat kota untuk mulai membiasakan diri berkebun dengan sebutan urban farming. Kegiatan berkebun itu banyak manfaatnya, lho! Berkebun akan melatih kesabaran dan keuletan, juga menghindarkan dari penyakit-penyakit mematikan, selain itu berkebun dapat memberikan suasana ceria dan segar.

Mulai dari pekarangan rumah sendiri, tetangga pun akan melihat dan ikut tergerak. Nantinya, akan semakin banyak masyarakat yang ingin untuk berkebun di rumah mereka masing-masing karena melihat betapa ceria dan segar kebun yang ada di rumah kita.

Dengan mulai membiasakan diri untuk berkebun di rumah, nantinya akan timbul kesadaran untuk “berkebun“ di lahan yang lebih besar dan menjaganya dengan sepenuh hati. Dengan berkebun di rumah, sebenarnya merupakan langkah penghijauan di lingkungan rumah. Bila kebiasaan tersebut berlanjut, penghijauan skala besar ataupun menjaga kelestarian lingkungan secara luas pun bukan menjadi masalah lagi.

***

Itulah beberapa tindakan sederhana yang terus berusaha rutin diterapkan. Yakin bahwa tindakan sederhana tersebut akan memberikan pengaruh luar biasa untuk penghematan energi dan pelestarian lingkungan. Sehingga, saya dapat melangkah lebih untuk melakukan tindakan “besar“ seperti, pengadaan kincir-kincir angin di sepanjang pantai Indonesia untuk altenatif energi terbarukan dan pengaplikasian solar cell pada setiap rumah sehingga masyarakat dapat menghasilkan energi secara mandiri.

Ayo, Sobat Bumi, mulai dari hal sederhana dan jadikan kebiasaan untuk menggapai impian secara lebih nyata. Hemat energi dan jagalah selalu kelestarian lingkungan di sekitar kita.

Blogger Contest Sobat Bumi

Talita Zahrah Fauziyyah ~ @talitazahrah

15.25 WIB  10/12/12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s