Don’t Grow Up!

Siang tadi, vokalis Maroon 5, kang Adam Levine tweet seperti ini, “Don’t Grow Up! It’s a Trap!”

Saya lihat banyak sekali yang me-retweet-nya, tidak terkecuali saya. Bahkan, selain saya retweet, saya juga tambahkan kata-kata, “Long Live Peterpan!”

Rasanya bahagia banget ga sih waktu masih kecil? Hidup tanpa beban, ga ada masalah, jalani keseharian apa adanya, main terus dan sepertinya, bebas tanpa aturan. Mau banget jadi kecil terus, tetapi waktu terus bergulir dengan cepat dan mengantarkan kita untuk tumbuh dan dewasa.

Saya masih ingat betul saat mengobrol dengan teman akrab saya waktu kelas 5 SD. Entah kenapa, waktu itu kita mengobrol dengan tema “dewasa” sekali. Seakan kami bisa melihat masa depan. Kurang lebih, obrolannya seperti ini:

“Eh, kamu ngerasa ga sih kita cepet banget udah kelas 5 SD. Kayaknya kemarin baru kelas 1, yaa… sebentar lagi kita udah mau kelas 6 dan UAN.”

“Iya, betul… waktu cepat banget, ya. Eh aku ga bisa ngebayangin deh kalau kita UAN nanti.. susah ga, sih?”

“Aku juga ga tahu.. ya dijalanin aja, nanti juga tiba-tiba udah selesai…”

Dan, ternyata benar adanya. Segala sesuatu yang kita risaukan, semua ujian yang kita takutkan, dan semua perasaan yang ingin kita hindari, seluruhnya berlalu dimakan oleh waktu. Seluruhnya menjadi berakhir dan selalu dimulai kembali dengan sesuatu yang baru.

Dan juga, ternyata itu adalah tipikal obrolan di tiap generasi. Saya yakin betul bahwa saat sekolah menengah pertama dan atas terlebih saat kuliah lalu kemudian lulus, obrolan tersebut akan terus berulang.

Pada akhirnya, waktu menuntun kita untuk melewati tiap masa. Waktu pula yang mengijinkan kita untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Lalu, mengapa semuanya menjadi sulit, tidak mudah seperti saat masih kecil?

Saya juga tidak tahu. Jika saya tahu, maka akan dengan mudah saya jelaskan segala sesuatu yang sulit itu.

Hanya, saya tahu satu hal yang pasti, waktu telah memberikan kita berbagai dan banyak kesempatan. Maka sudah sewajarnya kita berterima kasih dengan tumbuh menjadi seorang dewasa yang baik. Mungkin juga, tumbuh dengan kebebasan ala masa kecil yang dikombinasikan dengan jiwa dewasa.

Mengapa? Karena, lihatlah, meskipun Peterpan adalah dan selalu menjadi anak kecil, dia cukup dewasa untuk memperhatikan, menjaga, dan bertanggung jawab atas Wendy juga anaknya.

One thought on “Don’t Grow Up!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s