Saatnya Untuk Pergi

Jangan menangis, Sayang. Memang inilah sudah waktunya kau pergi. Aku tidak ingin membuatmu terlihat jelek dengan wajah penuh air mata dan ingus itu. Sudahlah, aku mohon, berhentilah menangis.

Aku tahu, begitu banyak kenangan kita yang membuatmu sulit untuk melepaskan diri ini. Diri yang begitu hina ini, diri yang begitu sulit untuk melepaskan diri darimu walau harus sudah saatnya pergi.

Mengapakah dirimu tak juga berhenti menangis, Sayang?

Terlalu kuatkah kenangan yang kita miliki?

Terlalu hebatkah kisah yang telah kita jalani?

Terlalu berartikah diri ini?

Sudahlah, aku tak tahan lagi melihatmua menangis. Akan aku sudahi semua drama menyedihkan ini. Akan kutarik pelatuk senapan ini, hingga kau tak akan pernah ku lihat lagi menangis. Hingga kau tak akan pernah lagi, ku lihat berdua dengan yang lainnya.

 

#FF2in1 in 8 minutes!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s