I’m Sorry

Bukannya saya ingin mengkhianati mimpi ataupun impian terlebih lagi passion dari diri saya sendiri. Tetapi, saya selalu berdoa yang terbaik untuk keputusan ini. Saya selalu berdoa,

“Kalau memang setiap prosesnya dilancarkan, berarti itu adalah yang terbaik dari-Mu, Ya Allah…

Jika memang aku lebih baik untuk membuka usaha sendiri, maka Engkau akan membukakan jalannya.

Jika memang aku lebih baik bekerja terlebih dahulu, maka hanyalah perusahaan yang terbaik untukkulah yang akan kau beri.”

Dan, saat ini, doa saya hanyalah,

“Aku melakukan ini semata-mata hanya untuk menggapai ridho kedua orang tuaku yang secara otomatis akan menggapai ridho-Mu juga.

Berkahilah, Ya Allah. Lancarkanlah. Berikanlah aku kekuatan untuk menghadapinya..”

Jadi, saya memohon maaf untuk semua yang mungkin menganggap saya pengkhianat, pembohong atau bahkan penjilat ludah sendiri. I have my life but it isn’t my own. I have my Creator whom by Him my life is decided.

Yes, I am an Employee now. Period.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s