Kehidupan Sempurna

Sejak setahun terakhir, entah mengapa aku memiliki ketertarikan yang besar di dunia fashion. Bukan sebagai designer tetapi lebih sebagai penikmat. Biasanya aku tidak terlalu tertarik dengan fashion. Pakai baju biasa saja, tidak terlalu peduli dengan padu padan ala fashion.

Tetapi, memang, pada dasarnya aku seorang “miss matching”. Teman-teman kampus senang memanggil dengan sebutan itu. Busanaku memang selalu matching. Jilbab, atasan, bawahan, kalau tidak sewarna pasti senada. Berarti, secara tidak langsung, aku memang fashionista sejak dulu :p

Mungkin ketertarikanku yang meningkat drastis pada dunia fashion karena, fashion for muslimah berkembang sangat pesat. Baik di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Bahkan kita berencana untuk menjadi kiblat bagi fashion for moslem especially for muslimah, menurut artikel yang pernah aku baca.

Perkembangan fashion for muslimah di Indonesia tidak lepas dari munculnya banyak designer muda muslimah Indonesia yang sangat berbakat. Sebut saja beberapa diantara mereka adalah Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara dan masih banyak lagi.

Kehidupan para designer muda penggiat fashion for muslimah itu terlihat sangat sempurna. Flawless. Tanpa celah. Benar-benar membuatku sangat iri.

Aku sering sekali ‘kepo’ ke blog dan twitter mereka (yahh ketahuan deh :p). Semakin aku baca, semakin aku iri. Semakin aku lihat, aku semakin semakin iri. Ahh… kok bisa ya mereka memiliki kehidupan se-sempurna itu?

Masih muda tetapi sudah sangat sukses, cantik, menarik, stylish, fashionista dan sudah menikah. Sepertinya segala sesuatu sangat mudah mereka dapatkan. Begitu lancar kehidupan mereka jalankan.

Perasaan iri ini sebenarnya apa? Aku mencoba mencari tahu lebih dalam, pada diriku sendiri. Tak seharusnya aku buang waktu dengan selalu iri pada mereka. Bukankah akan lebih baik jika aku mencari apa yang membuat mereka terlihat begitu sukses dan sempurna, lalu aku aplikasikan pada diriku sendiri?

Ah! Itu dia! Mereka mengikuti kata hati. Mereka melakukan sesuatu sesuai dengan passion. Perasaan iri ini adalah jalanku untuk menjadi sukses seperti mereka. Bagaimana dengan kehidupan mereka yang terlihat sempurna? Ah biarkan saja. Itu kan yang terlihat, aku tidak tahu apa yang tak terlihat.

Jadi, apa passionku?
Writing and be an Enterpreneur.

Kalau iri adalah energi negatif, coba ubah menjadi energi positif yang dapat menuntunmu ke jalan yang lebih baik. Follow your heart, do your passion! :)

 

Depok, 151111, 14.43 WIB
#NovemberMenulisBlog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s