Kamar Isolasi

Hampir 3 minggu sudah saya menghuni kamar isolasi ini. Nyaman sih, tidak sesuai dengan makna “isolasi” sebenarnya. Itulah yang terlihat dari luar. Dari dalam? Rasanya lebih dari isolasi.

Masuk ke semester baru dan kamar baru, saya terbiasa untuk mudah beradaptasi. Tapi tidak untuk kamar isolasi ini. Bukan keadaan kamar yang menyebalkan tetapi lingkungannya yang menjemukan.

1. Mahal

Mahaal banget! Memang sih saya punya kamar mandi sendiri di kamar saya. Sudah termasuk listrik, air, kamar dibersihkan, ganti sprei dan sarapan. Rasanya yang kurang hanya internet. Pada awalnya, saya mencoba untuk menegosiasikan harga karena ke-absen-an internet, saya tidak memperdulikan masalah lain. Negosiasi harga berakhir buruk bagi saya, harga tidak dapat turun sedikit pun dengan alasan telah disesuaikan dengan fasilitas yang ada. Oke, melihat spesifikasi di atas, saya terima saja. Setelah melalui hari-hari disini, fasilitasnya?

2. Fasilitas

Selain kehidupan di kamar, tidak ada kehidupan lain disini. Dapur kosong, semua kosong. Tetapi ada TV. Hmm, saya tidak butuh TV selama ada disini. Sebagai pemula, seharusnya memikirkan kebutuhan pokok terlebih dahulu, baru supportnya. Menurut saya, TV adalah support. Super support. Dapur adalah pokok.

Proses pembersihan kamar juga tidak jelas. Kamar mandi saya belum dibersihkan sejak saya masuk. Saya juga membawa keset sendiri. Apakah saya juga harus membawa pembersih kamar mandi sendiri? Sapu dan pel kamar juga membuat lelah, untuk hal ini, setelah ngotot dan keras kepala, sepertinya saya menang dan dia meninggalkan sapu di sekitar kamar. Tapi, sepertinya juga tidak bertahan lama. Saya sudah berencana untuk membawa sapu sendiri, setelah sebelumnya saya membawa pel sendiri.

Dalam hal fasilitas, kamar isolasi menduduki peringkat tengkurap terlentang. Rendah banget. Saya kecewa. Dengan fasilitas rendah, kamar isolasi masih berani untuk membuat banyak peraturan. Ya, peraturan yang mengekang dan menyebalkan.

3. Peraturan

Banyak peraturan. Ga boleh ini, ga boleh itu. Tapi yang paling bikin kesel adalah ga boleh pulang dari jam 10 malam dan klo mau pulang lebih dari jam tersebut harus bilang dari sore atau tidak akan dibukakan pagar. Heiii.. ini saya banyak kerja kelompok yang menurut pengalaman sering pulang lebih dari jam 10. Terus harus bilang dari sore?? Yaa mana gue tau deh klo ntar bakal pulang malam. Duh capek. Ngotot berlangsung lagi dan gue menang lagi! Sekarang gue udah pegang kunci pagar, hahaha..

Sekedar cerita tambahan dari teman senasib saya disini, dia telah mengalami akibat yang sangat fatal dari peraturan mnyebalkan itu. Ketika libur lebaran, dia hanya sendirian disini, tidak ada orang lain. Dia belum pegang kunci pagar. Dia sudah sampai disini sejak siang tapi nomor yang dihubungi tidak dapat dihubungi. Dia terkurung tidak bisa masuk sampai sore. Dia nangis loh! Nangis! Gara-gara peraturan ga jelas. Untungnya dia punya om di daerah Bintaro, dia bisa di rumah om-nya sebentar. Akhirnya nomor tersebut dapat dihubungi dan dia balik kesini. Sesampainya disini, si oknum bersalah udah nangis-nangis minta maaf. Ihhh lebay! Makanya jangan maksa bikin peraturan aneh-aneh.. lagipula udah tau dia sendirian disini ga ada orang lain, bukannya dikasih kunci pager! Hah.. capai..

Kesimpulannya adalah,

Tolong ya bu, pak, mbak, klo mau bikin kamar isolasi jangan tanggung-tanggung! Sekalian aja kurung kita disini. Jangan kasih janji muluk-muluk gombal ga bisa kalian tepati.

Klo belum punya pengalaman untuk bisnis kamar, cobalah dulu untuk dipikirkan mana yang penting dan ga penting. Kalau kalian belum tahu, cari tahulah dulu. Jangan dibuka dulu terus baru belajar dari kesalahan. Kalian sih dapet pengalaman baik untuk masa depan tapi kami ini dapat pengalaman menyebalkan.

Terus ya, tolong jangan mahal. Sebagai kelinci percobaan, saya ogah untuk membayar seperti ini lagi!

Learn from us, learn from your mistake. Later, you’ll be thankful for the complaints.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s