Taman Syurga

Bolehkah aku merindukan taman Syurga? Tempat dimana semua begitu indah. Pohon-pohon merunduk menyajikan makanan. Burung-burung berjatuhan pasarah mengenyangkan. Bidadara (bidadari versi cowok, hehe) menyapa menenangkan. Permadani empuk, hiasan indah, istana megah, aahh semua terasa begitu membahagiakan.

Bolehkah aku mendambakan masuk ke taman Syurga? Dengan kapasitasku yang hanya manusia biasa. Bukan nabi ataupun seorang yang taat sekali pada agama. Masih sering membangkang, mengingatmu hanya ketika kesulitan menghadang.

Apakah ini adil bagi-Mu? Apakah tindakanku pantas bagi-Mu? Aku hanya ingin merasakan nikmatnya taman Syurga, tidak hanya baunya, tidak hanya luarnya, tetapi seluruhnya. Hinggaku bosan meskipun aku tahu aku tidak mungkin merasa bosan.

Izinkanku untuk merindukan taman Syurga. Biarkan aku untuk mencoba selalu taat bersimpuh pada-Mu. Berbeda dari yang lain hanya untuk mencapai ridho-Mu. Dikucilkan karena mendahulukan-Mu. Sendiri tertatih mencapai rahmat-Mu.

Ini semua tidak ada apa-apanya dibandingkan hadiah yang nanti akan kuterima. Rasa sakit, sedih, merana, bahagia, tertawa, semuanya akan mendapatkan hasilnya kelak. Aku hanya ingin taman Syurga.

Bolehkah aku merindukan taman Syurga?

Bolehkan aku memasuki taman Syurga?

Bolehkah?

Boehm, Bad Sassendorf, 8/5/2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s