Kebahagiaan Abstrak

Aku rajin Shalat

Tapi kenapa hidup jalan di tempat?

Maju macet

Mundur mampet

Aku pakai jilbab

Sangat ikhlas ga bisa gaul

Bebas, sebebas-bebasnya

Senang, sesenang-senangnya

Mencoba hal menantang

Mengikuti fashion terbaru

Rasanya sulit untuk menemukan alasannya secara logika

Mungkin ini yang dinamakan menabung

Tabungan untuk di akhirat nanti

Karena sedikit-sedikit, lama-lama akan menjadi bukit

Terkesan abstrak?

Ya, karena kebahagiaan memang sesuatu yang abstrak, bukan? :)

Hotel Boehm, 22.00, 30/4/2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s