Ayah, I know that :)

Biasanya anak-anak yang jauh dari orang tuanya merasa kangeen sekali dengan bundanya.

Lalu bagimana dengan ayah?

Mungkin bunda lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari .tapi tahukah kamu jika ayahmu yang mengingatkannya untuk menelfonmu?

Mungkin bunda yang lebih sering mengajakmu bercerita,tapi tahukah kamu sepulangnya dia bekerja dengan wajah lelah dia selalu menanyakan kabarmu dari bunda mu?

waktu kecil..

Ayah mengajari putri kecilnya bermain sepeda. Setelah dia mengganggap kamu bisa dia melepaskan roda bantu di sepedamu. Saat itu bunda menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka. Tapi ayah dengan yakin menatapmu mengayuh sepeda dengan pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.

Saat kamu menangis meronta meminta boneka yang baru, bunda menatapmu iba, tetapi ayah mengatakan dengan tegas “kita beli nanti,tapi tidak sekarang” karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu di penuhi.

Ketika kamu remaja

Kamu mulai menuntut untuk keluar malam. Lalu ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan “tidak”. Itu utk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yang berharga.
Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu.
Tapi yang datang mengetok pintu dan membujuk mu adalah bunda.
Taukah kamu saat itu dia memejamkan matanya dan menahan diri, karena dia sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu.

Saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Dan sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berdua di ruang tamu. Tahukah kamu dia merasa cemburu?

Dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan, kamu melanggar jam malamnya. Dia duduk di ruang tamu menunggu mu pulang dengan sangat khawatir. Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut. Dia marah. Karena hal yang di takutinya akhirnya datang “putri kecilnya sudah tidak ada lagi”

Saat papa sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter. Ketahuilah bahwa dia hanya memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis.

Sampai saat ayah harus melepasmu di bandara. Bahkan badannya terlalu kaku untuk memelukmu. Dia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu. Dia ingin menangis seperti bunda yang menangis dan memelukmu erat. Tapi dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu berkata “jaga diri baik-baik”. Agar kamu kuat untuk pergi.

Saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yg mengerutkan kening adalah Ayah. Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru dan dia tahu dia tidak bisa memberikan, dia sangat ingin mengatakan “iya nak,nanti kita beli” dan saat kata-kata yang keluar adalah “tidak bisa” dari bibirnya. Tahukah kamu dia merasa gagal membuat anaknya tersenyum.

Saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya. Ayah terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata “sudah di bilang jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan bunda yang memperhatikanmu dengan lembut.
Ketahuilah saat itu dia benar-benar khawatir dengan keadaanmu.

Dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Dia yang tersenyum bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin karena dia tahu laki-laki itu yang nanti akan menggantikannya.

Dan saat ayah melihatmu duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yang dianggapnya pantas menggantikannya. Ayah pergi kebelakang panggung dan menangis “tugasku telah selesai dengan baik. putri kecilku yang lucu telah menjadi wanita yg cantik”

Ayah hanya bisa menunggu kedatangan mu dan cucu-cucunya sesekali untuk menjenguknya. Dengan rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Ayah juga orang pertama yang selalu yakin bahwa “kamu bisa” dalam hal apapun.

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang ayah hingga tugasnya selesai. Kamu adalah salah satu orang yang beruntung karena ayah adalah sosok superhero yg hebat.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s